Rumput Razi Untuk Pakan Ternak

Rumput Razi Untuk Pakan Ternak

 SEKILAS RUMPUT RUZI

Asal Usul dan Distribusi Geografis

Rumput Brachiaria sering disebut rumput bede dan untuk kultivar ruziziensis disebut rumput ruzi. B. ruziziensis berasal dari benua Afrika, khususnya dilembah Ruzizi dibagian Timur Zaire dan Burgundi. Tanaman ini telah berkembang luas di benua Afrika, terutama Negara Uganda, Afrika Selatan, Kongo dan Kenya. Tanaman ini juga telah berkembang dikawasan tropik terutama di Asia Tenggara dan wilayah Pasifik.

Kesesuaian Iklim Dan Lahan

Rumput ruzi paling cocock untuk daerah dengan iklim basah (1000 mm/t) tanpa musim kemarau atau dengan musim kemarau yang pendek yaitu 3-4 bulan. Rumput ini juga dapat direkomendasikan untuk dataran tinggi (2000 m dpl) dengan iklim yang sejuk. Ruzi tumbuh dengan baik pada tanah subur dengan pH netral sampai keasaman sedang, namun rumput ini masih mampu tumbuh dengan baik pada tanah dengan kesuburan yang sedang. Pada tanah yang tidak subur, berdrainase buruk dengan musim kemarau yang panjang rumput ruzi kurang sesuai. Namun, rumput ruzi dapat beradaptasi pada lingkungan dengan tingkat naungan yang sedang, sehingga dapat diintegrasikan pada tanaman kelapa.

Rumput Ruzi Untuk Pakan Ternak

Karakteristik Morfologi

Rumput ruzi memiliki daun yang lebat, padat berbulu pendek dan bertekstur lembut dengan panjang 10-25 cm dan lebar 10-15 mm. Daun dapat tumbuh dari buku batang maupun rizoma. Tinggi tanaman dapat mencapai 0,5-1,5 m pada saat berbunga. Bunga berbentuk mayang bendera. Rumput ini memiliki stolon, sehingga mampu berkembang dengan cepat membentuk hamparan yang lebat untuk menutup tanah dan mencegah erosi. Batang agak kasar dan memiliki ruas yang relatif pendek dengan perakaran yang dalam. Tanaman ini secara fisik sangat sesuai untuk ternak ruminansia kecil seperti kambing dan domba.

Agronomi

Rumput ruzi dapat dikembangkan secara vegetatif menggunakan materi tanam berupa pols (bagian batang dengan akar). Rumput ruzi juga dapat dikembangkan dengan biji. Tingkat penggunaan biji antara 2,5-10 kg/ha tergantung kualitas biji dan kesuburan tanah. Biji sebaiknya tidak ditanam melebihi kedalaman 1,5-2,5 cm. Tingkat germinasi biji tergolng rendah. Karena kebutuhan akan kesuburan tanah yang tergolong tinggi dibutuhkan pemupukan N dan K untuk memaksimalkan produksi, terutama setelah pemotongan.

PRODUKSI DAN KUALITAS NUTRISI

Produksi

Rumput ruzi termasuk rumput berumur panjang (> 3 tahun). Peremajaan dapat dilakukan bahkan pada tahun ke enam setelah ditanaman dan dikelola dengan pemotongan atau pengembalaan secara teratur. Dengan pola tanam mengikuti teknis anjuran maka rumput ruzi dapat menghasilkan produk bahan segar rata-rata sebanyak 120 ton/ha per tahun dengan kisaran antara 80-150 ton/ha per tahun. Dengan kandungan Bahan Kering (BK) sebesar 20% produksi rumput ruzi mencapai rata-rata 24 ton bahan kering/ha/tahun.

Pada interval pemotongan 40 hari, maka produksi bahan segar untuk setiap pemotongan mencapai 40/365 x 120 ton = 13,2 ton per ha. Untuk mendapatkan kebutuhan rumput setiap hari dengan umur tanaman 40 hari, maka lahan yang tersedia perlu dibagi menjadi 40 petakan. Produksi bahan segar per petakan per pemotongan mencapai 13,2/40 = 0,33 ton/petak/pemotongan setara dengan 330 kg/petak/pemotongan.

Daya dukung lahan yang ditanami rumput ruzi untuk pemeliharaan ternak kambing selanjutnya dapat dihitung baik berdasarkan berat segar tanaman maupun berat keringnya. Dalam perhitungan daya dukung tersebut digunakan asumsi bahwa kebutuhan konsumsi pakan (berat segar) seekor kambing adalah sebesar 15% bobot tubuh. Berdasarkan asumsi tingkat kebutuhan pakan tersebut maka daya tampung lahan yang ditanami rumput ruzi terhadap kambing dengan bobot tubuh rata-rata 25 kg adalah sebesar 330/(15/100 x 25) = 88 ekor kambing dewasa/ha per tahun.

Kualitas Nutrisi

Rumput ruzi sangat disenangi ternak kambing, sehingga tidak membutuhkan waktu adaptasi untuk mencapai konsumsi maksimalnya. Kandungan nutrisi pada tanaman sangat dipengaruhi oleh umur saat dipanen. Pada tanaman sangat muda (umur 2-3 minggu) kandungan air relatif tinggi sehingga kandungan zat nutrisi yang lain menjadi relatif rendah. Sebaliknya pada tanaman yang terlalu tua (>10 minggu) kandungan serat meningkat dan kandungan nutrisi lain relatif rendah. Oleh karena itu, umur potong yang optimal (4-6 minggu) disarankan untuk menghasilkan kandungan nutrisi yang optimal. Kandungan zat gizi rumput ruzi disajikan pada Tabel 1.

NO Zat Nutrisi Kandungan (%)
1 Bahan Kering 18-20
2 Air 80-20
3 Bahan Organik 89-90
4 Abu / Mineral 9-10
5 Protein Kasar 8-14
6 Serat Deterjen (NDF) 50-60
7 Serta Deterjen (ADF) 35-40
8 Energi 4064 Kkal/kg BK

Kandungan bahan kering dalam pakan sangat penting artinya karena bahan tersebutlah yang akan dapat digunakan oleh ternak sebagai sumber nutrisi. Kandungan protein rumput ruzi tergolong sedang, namun kandungan ini akan menurun bila dipotong pada umur tua.

Taraf kecernaan suatu bahan pakan merupakan tolok ukur yang penting dalam mengevaluasi kualitas nutrisinya. Taraf kecernaan menunjukan seberapa banyak dari pakan yang dikonsumsi dapat dicerna oleh ternak didalam saluran cerna tubuhnya. Semakin tinggi taraf kecernaan suatu bahan pakan semakin banyak zat nutrisi yang dapat digunakan ternak untuk memenuhi kebutuhan produksinya.

Sebagaimana halnya dengan tingkat kandungan zat nutrisi, maka tingkat kecernaan tanaman pakan ternak seperti rumput ruzi sangat dipengaruhi oleh umur tanaman saat dipanen. Tanaman muda memiliki tingkat kecernaan lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman tua. Penurunan tingkat kecernaan pada tanaman tua terutama disebabkan oleh peningkatan kandungan serat yang lebih sulit dicerna oleh ternak. Pada Tabel 2 ditampilkan taraf kecernaan beberapa zat nutrisi pada rumput Ruzi.

Kisaran taraf kecernaan tersebut disebabkan perbedaan umur potong. Secara umum dapat disimpulkan bahwa tingkat kecernaan rumput ruzi pada ternak kambing tergolong sedang. Oleh karena itu, umur potong disarankan pada umur 6-8 minggu. Dari kisaran tingkat kecernaan ini dapat disarankan bahwa penggunaan rumput ruzi sebagai sumber hijauan tungal akan membutuhkan pemberian pakan tambahan (konsentrat) untuk memacu pertumbuhan dan produksi yang tinggi pada ternak kambing. Pengurangan penggunaan konsentrat dapat dilakukan apabila rumput ruzi yang digunakan relatif muda sehingga mengandung nutrisi yang baik, misalnya kandungan protein cukup tinggi (14%). Rumput ruzi yjuga dapat diberuikan bersama jenis rumput lainnya terutama dari jenis leguminosa.

Artikel  Rumput Razi Untuk Pakan Ternak, Berlanjut Ke Bagian 3.

About admin

Check Also

pemberian pakan pada sapi

Pemberian Pakan Pada Sapi

Pemberian Pakan Pada Sapi Pakan yang diberikan kepada ternak sebaiknya pakan yang masih segar (fresh). …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *