Pohon Turi Sebagai Pakan Ternak

Untuk menghemat biaya pakan merupakan hal sangat penting di dalam usaha peternakan, karana pakan merupakan factor biaya produksi yang mencapai 70-80%. Sehingga kita sebagai peternak sangat butuh pengetahuan tentang bahan pakan yang lain yang tersedia di lingkungan kita.

Pohon turi sebagai pakan ternak, mempunyai potensi yang sangat bagus untuk ternak baik ternak ruminansia (seperti sapi, kambing, domba, dll) maupun non-ruminansia. Karena pohon turi ini memiliki kadar Protein Kasar (PK) yang tinggi untuk nutrisi ternak, sehingga ternak kita cepat gemuk, dan produksi susu ternak akan meninggkat.

Tapi dibalik keunggulannya, pohon turi ini mempunyai zat antinutrisi yang berbahaya bagi ternak, sehigga kita perlu mengolahnya terlebih dahulu sebelum diberikan.turi sebagai pakan ternak

Tanaman Turi atau dalam bahasa latin Sesbania grandiflora syn. Aeschynomene grandiflora adalah tanaman kecil, tanaman turi dapat mencapai ketinggian10 m. Turi diperkirakan berasal dari Asia Selatan dan Asia Tenggara. Namun sekarang sudah menyebar ke berbagai kawasan iklim tropis di dunia.

Pohon turi tidak berusia panjang, dapat tumbuh dengan cepat, mempunyai akar yang dangkal, dan memiliki cabang cabang yang menggantung. Tanaman turi berupa tanaman pohon dengan cabang yang jarang, kemudian mendatar, batang utamanya tegak, tajuk cenderung meninggi, dan memiliki daun majemuk. Pohon turi memiliki mahkota putih, jenis kupu-kupu Faboideae, buahnya polong, dan menggantung. Untuk lebih jelas dapat dilihat dari gambar.

Dibebarapa daerah di Indonesia, untuk sunda dan jawa biasa disebut turi, daerah Madura disebut toroi, masyarakat gorontalo menyebut uliango, gorgua untuk disebut oleh masyarat Buol, Palawu oleh masyarakat bima, tanunu (Sumba), Sedangkan masyarakat Ternate dan Tidore menyebut pohon turi ini adalah Tun.

Ciri-Ciri Pohon Turi

Batang

Pohon turi mempunyai sedikit cabang, dengan tinggi antara 8-15 meter, dan diameter sekitra 25-30 cm, kulit luar batangnya bewarna abu-abu kehitaman, kasar, mempunyai retakan vertical yang panjang selebar 1-2 cm. Kulit kayu bila ditoreh akan mengeluarkan lender kuning kemerahan.

Daun

Daunya turi majemuk menyirip sepanjang 30 cm, dengan jumlah anak daun genap atau berpasangan, sekitar 20-50 anak daun per tangkai. Bentuk daunnya lonjong atau oval.

Bunga

Bunga Daun Turi mempunyi bentuk seperti tandan, muncul pada ketika ketiak daun, kelopak daun seperti bulan sabit, dan mahkota bunga menggantung berbentuk semacam lonceng. Jika kita bedakan jenis atau varietasnya, mahkota bunga turi dapat kita bagi dua tipe yakni berwarna putih dan berwarna merah.

Buah

Polongnya poho turi menggantung berbentuk ramping, dan lurus, dengan ujung meramping. Ukuran panjang polong sekitar 30-50 cm, dengan lebarnya 1-1,5 cm. Saat buahnya masih muda buahnya berwana hijau, dan selanjutnya setelah menua, buahnya bewarna kuning.

Pesebaran:

Pohon turi bisa tumbuh dengan baik pada ketinggian 0,1-1000 meter diatas permukaan laut. Biasanya buahnya kurang bagus jika hidup lebih dari ketinggian itu. Dapat berkembang pada berbagai macam tekstur tanah dan drainase yang tidak bagus. Pohon turi berkembang dengan banyak dengan steak batang atau biji.

Pohon Turi Sebagi Pakan Ternak

Pohon turi sangat disukai oleh ternak, dan batang daunnya dapat berkembang dengan cepat setalah dipotong berulang-ulang. Jika kita menaman dalam 1 hektar tanah, dapat menghasilkan 20 ton Bahan kering per tahun. Cukup banyak kan?

Hal yang sangat potensial sebagai pakan ternak adalah pohon turi mempunyai kadar protein kasar(PK) 36% dalam betuk segar, PK 27%,serat kasar (SK) 14% dalam bentuk tepung, dan mempunyai energi lebih banyak dibandingkan dengan kalandra, lamtoro, dan gamal. Pohon turi sangat baik diberikan pada ternak pada akhir kehamilan dan awal laktasi (produksi susu setelah melahirkan). Sehingga pertumbuhan anak ternak dapat bekembang dengan baik, dan mencegah angka kematian anak ternak.

 Jika kita berikan 2 Kg pada domba bisa menaikkan berat badan 300% dibandingkan dengan rumput gajah saja. Hal ini hampir sama jika kita berikan pada sapi sebanyak 2 kg yang kita campur dengan jerami dengan pemberian ransum yang sempurna.

 Cara Pemberian Pakan Pada Ternak

Kita dapat memberikan daun turi pada ternak bisa dalam bentuk segar atau yang menjadi tepung, yang kemudian dicampur dengan bahan pakan ternak. Pada sapi dapat diberikan secara langsung.

Daun turi yang telah kering, kemudian digilling menjadi tepung dapat digunakan sebagai bahan campuran pakan ternak atau kosentrat .

turi sebagai pakan ternak

Tujuan daun pohon turi dijemur adalah untuk mengurangi kadar air sehingga mudah digiling, dan mengurangi zat sponin yang berbahaya bagi ternak. Pada ternak punyuh, daun turi dapat dipakai sebagai peganti bungkil kedelai sampai 45%.

 Tabel berikut ini adalah saran jumlah daun turi yang dapat dberikan pada ternak:

Katagori Tenak Taksiran Konsumsi BK % Pohon Turi Jumlah Turi/ekor
Berat Badan Kg Pohon
Kambing Dewasa ( Usia 1 tahun ke atas, induk tdk bunting) 20 0,6 0-25 0,6 0,35
Pejantan dan Induk masa kawin ( antara 2 Sekitar 2 Mg Sebelum Kawin 20 0,6 50-100 2,4 1,41
Induk Awal Kebuntingan (Sampai 3,5 bln setelah kawin) 22 0,66 10-30 0,79 0,46
Induk Bunting Tua & Laktasi( 1,5 bln sebelu dan Sesudah melahirkan) 26 0,78 50-100 3,12 1,83
Anak lepas sapih (3 bulan keatas) 10 0,3 50-100 1,2 0,712
Pengemukan, penjantan tidak kawin 20 0,6 25-50 1,2 0,712

 Zat Anti Nutrsi Pada Pohon Turi.

Pohon Turi mempunyai zat racun sponin yang tinggi, jadi akan berbahaya bagi ternak, terutama pada ayam. Sponin mempunyai ras pahit. Zat sponin memiliki efek menurunkan konsumsi ransum, karena rasa pahit, terjadinya iritasi pada oral mocusa, dan saluran pencernaan ternak kita.

About admin

Check Also

Cara Membuat Complete Feed Dari Rumput Gajah

Cara Membuat Complete Feed Dari Rumput Gajah

Cara Membuat Complete Feed Dari Rumput Gajah 1. Rumput Gajah umur 40-50 hari atau rumput …

3 comments

  1. oh mang bisa ya cepet gemuk makan phon turi 😀 baru tau saya 😀

  2. Wah nice info nih, ternyata bisa untuk pakan ternak

  3. mantap info gizinya emang baik buat kesehatan dan stamina ternaknya gan

Leave a Reply to Dilan Deswara Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *