Penyakit Cacing Nematodis Pada Ternak-Bag II

Nematodis merupakan penyakit yg dikarenakan oleh cacing nematode atau disebut juga cacing gilik, cacing ini hidup di saluran pencernaan, cacing ini menghisap nutrisi dari pakan atau sari-sari makanan yang diperlukan oleh ternak atau induk semang, menghisap darah ternak, cairan tubuh  atau bahkan memakan jaringan tubuh ternak , sebagian besar cacing ini dalam usus dapat mengakibatkan penyumbatan usus serta menimbulkan berbagai macam reaksi tubuh sebagia akibat racun yang dihasilkan.

Pada kasus ternak ruminansia, sudah dikenal lebih dari 50 tipe spesies makhluk hidup, namun hanya beberapa jenis yang memiliki nilai yang serius untuk peternak,  karena dapat merugikan usaha peternakan secara ekonomis. Yaitu: Haemonchus contortus

Penyakit yg dikarenakan oleh cacing ini disebut Haemonchosis, untuk yg betina panjang cacing ini sekitar 18 – 30 mm, dan untuk jantan sekitar 10 – 20 mm. pada cacing betina secara makroskopis usus yg berwana merah berisi darah saling melilit dengan uterus yang berwarna putih. Cacing ini hidup di lambung belakang dari ternak ruminansia yang menghasilkan pencernaa(abomasums) domba dan kambing.

Untuk siklus hidup, cacing ini pada ternak sapi, kambing, domba, dll bersifat langsung, jadi tidak tidak membutuhkan hewan perantara lain. Cacing yang telah dewasa yg hidup di abomasum menteskan telur. Telur yg akan dikeluarkan oleh ternak berbarengan dengan fases, diuar tubuh inang(Hewan hidup sebagai tempat hidup parasit)  , pada saat keadaan yg sesuai, telur akan menetas dan menjadi larva, larva tingkat satu, kemudian berkembang menjadi larva tingkat dua, selanjutnya menjadi menjadi larva tingkat tiga. Larva L3 menjadi tingkat infektif(parasit yang menginfeksi inang yang sesuai), larva ini akan menempel pada rerumputan, selanjutnya jika rerumputan ini dimakan oleh ternak, larva akan berkembang di ususnya ternak.

penyakit-cacing-nematoda-pada-ternak

Ternak yang mengidap penyakit cacing ini, akan mengakibatkan kekurangan darah atau anemia, kehilangan darah, zat besi. Sehingga ternak kita akan cepat mengalami kelelahan, dan jika dbiarkan akan mengakibatkan kematian.

Ternak kita, akan kekurangan gizi atau nutrisi, karena sari-sari makanan telah diserap oleh cacing ini, sehingga ternak kita sulit gemuk.

Gejala ternak yang terjangkit penyakit ini adalah yang pastinya anemia, banyak kekurangan darah, usus ternak menjadi rusak, susu yang dihasilkan akan menurun, pertumbuhan dan perkembangan menadi tidak bagus.

 Pencegahan yang dapat dilakukan oleh peternaka yaitu jangan melepaskan ternak atau mengembalakan ternak terlalu pagi, kalau ingin mau ngarit, bisa dilakukan siang hari atau sore, menghindari pencemaran pakan dan air minum dari tinja.

Pengobatan:

  • Memberikan Albendazole dengan takaran 5 – 10 mg/Kg bobot badan ternak, untuk obat ini jangan diberikan pada terna betina yang sedang hamil.
  • Memberikan obat Mebendazole dengan takaran 13,5 mg/Kg bobot badan ternak.
  • Memberikan obat thiabendazole dengan takaran 44-46 mg/Kg bobot badan ternak.

About admin

Check Also

Apa Itu Palatabilitas Pada Pakan Ternak

Apa Itu Palatabilitas Pada Pakan Ternak

Apa Itu Palatabilitas Pada Pakan Ternak? Palatabilitas Adalah tingkat kesukaan yang ditunjukkan oleh ternak untuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *