Kulit Pisang Sebagai Pakan Ternak

Negara kita adalah salah satu negara penghasil pisang yang sebagian digunakan untuk dikirim ke luar negeri, untuk yang tidak dikirim umumnya untuk bahan konsumsi manusia. Pisang tertentu bisa dikonsumsi sesudah masak dan juga pisang yang biasa dikonsumsi sesudah direbus atau digoreng. Di Indonesia ada beberapa wilayah yang mempunyai usaha rumah industri keripik pisang dan selai pisang misalnya di Bogor (Jawa Barat) dan lampung, dan sumatera selatan. Dengan adanya bisnis pisang ini, maka kulit pisang adalah limbah atau sampah bagi lingkungan di sekitar kita, yang bisa mengganggu ekosistem wilayah kita.

kulit-pisang-untuk-pakan-ternak

Dengan banyaknya kulit pisang yang ada, dikhawatirkan akan muncul masalah dengan limbah pisang.  Jika ada pengusaha pisang yang mengolah sekitar 100 ton per hari, akan menghasilkan sekitar 5 sampai 7 ton kulit pisang, tangkai pisang, daun pisang. Limbah pisang ini semakin lama, akan semakin bertumpuk di tempat penyimpanan pisang atau di gudang dari pengusaha industry pisang.  Sehingga jika tidak diurus limbah pisang bisa menyebabkan bau yang sangat tidak enak (menyengat), munculnya berbaagai macam penyakit jika limbah pisang ini dibuang di bantaran sungai, selain itu akan menyebabkan banjir.

Oleh karena itu kita perlu menjaga kelesatarian lingkungan dengan menyampaikan informasi bagaimana cara memberdayagunakan dan memanfaatkan limbah dari kulit pisang untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Salah satu adaalah penggunaak kulit pisang untuk pakan ternak terutama untuk ternak sapi, kambing, dan domba.

Berikut adalah cara mengolah limbah kulit pisang supaya bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak.

Bahan Yang Diperlukan Untuk mengolah Kulit Pisang:

  • Bahan yang digunakan yaitu kulit pisang sebanyak 750Kg,
  • Probitik untuk fermentasi sebanya 400cc
  • Air 800cc
  • Molases atau gula dengan takaran 250 gram

Perlatan Yang Perlukan yaitu;

  • Ruangan yang terbuka untuk pembuatan fermentasi
  • Sprayer
  • Sekop
  • Golok,
  • Alat pengering atau oven

A. Proses Mengolah Limbah Pisang Yang Gampang Busuk

  • Berikutnya, limba kulit pisang yang sudah kering, kita giling hingga halus.
  • Jemur dibawah terik matahari, atau kita keringkan dengan suhu 60 derajat celcius selama 1 atau 2 hari.
  • Kita simpan selama 4(empat) hari untuk proses fermentasi berlangsung, boleh dibolak balik.
  • Semprotkan secara merata probiotik dengan takaran 50cc, dicampur dengan 1000 cc air untuk 100Kg bahan baku kulit pisang.
  • Kumpulkan kulit pisang pada pada tempat yang khusus, yang tidak terkena hujan dan sinar matahari.

B. Proses mengolah limbah pisang yang sulit busuk

  • Potonglah pisang dan daun pisang dengan ukurun atau ketebalan 1 sampai 2 cm.
  • Bahan tersebut yang telah dipotong, kita taruh ditempat yang ruang yang tidak terkena hujan dan tidak kena sinar matahari.
  • Siramkan probiiotik dan gula dengan takaran 1 liter /100kg bahan limbah pisang.
  • Simpanlah selama 7 hari untuk proses fermentsasi.
  • Jemur diawah terik matahari  selama 1-2 hari atau keringkankan dengan suhu 60 derajat celcius selama 24 jam.
  • Sesudah kering kita giling dengan halus.

Hasil pengolahan limbah kulit pisang ini dengan cara proses fermentasi telah meningkatkan nilai nutrisi dari  limbah kulit pisang.  Nilai Protein Kasar (PK) Kulit pisang segar dari 6,56 %, setelah difermentasi nilai PK menjadi 14,88 %. Sedangkan serat kasar(SK) turun dari 15,32  menjadi 11,43%.

Agar kita dapat mengurangi masalah limbah pisang, maka ada beberapa hal perlu kita perhatikan yakni membuat tempat penampungan limbah pisang, mengoalah untuk pupuk tanaman dan tentunya mengolahnya untuk menjadi pakan ternak.

About admin

Check Also

Apa Itu Palatabilitas Pada Pakan Ternak

Apa Itu Palatabilitas Pada Pakan Ternak

Apa Itu Palatabilitas Pada Pakan Ternak? Palatabilitas Adalah tingkat kesukaan yang ditunjukkan oleh ternak untuk …

One comment

  1. kegunaan azolla :
    – penghijau dan pendingin kolam ikan, sawah, kolam terpal, kolam air mancur
    – pakan alternatif alami ikan gurame, nila , mas, koi, lele, belut, patin dll
    – pakan alternatif ayam pedaging + petelur, bebek, entog, ayam adu
    – pakan alternatif / pengganti rumput utk sapi, kambing, kerbau, domba tanpa ngarit /kemarau
    – bahan baku pupuk hijau dan kompos alami utk tanaman pekarangan, sawah, kebun, lahan gambut
    – sebagai pengurai air limbah dan lahan kritis berair misal : bekas galian c, air TPA sampah, kolam pemancingan
    – penstabil keasaman air / PH terutama kolam terpal, bak semen, toren cor tebar padat
    – kandungan dan kegunaan lain nya bisa cari di google

    http://azollabandung.blogspot.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *