Jeli Memilih Jenis Sapi Potong

Keberhasilan usaha penggemukan sapi potong, terutama dalam menggenjot pertambahan bobot sapi, tidak terlepas dari tiga kunci sukses. Kunci sukes yang pertama adalah memilih jenis sapi potong atau bakalan yang berkualitas, karena itu, pahamilah jenis jenis sapi potong berkualitas unggul dan ciri-ciri bakalan yang baik.

Intinya, dalam setiap pemeliharaan peternak harus mendapatkan  bakalan sapi yang baik atau bisa memilih jenis sapi potong yang akan digemukkan. Pakan yang berkualitas sesuai kebutuhan sapi potong dan kuantitasnya mencukupi, serta manajemen pemliharaan yang tepat. Jika ketiga hal tersebut dikuasai, usaha penggemukan sapi potong bakal sukses. Untuk itu, kita sebagai peternak mesti memahami berbagai jenis sapi potong unggul, selanjutnya, tentukan bakalan yang akan dipilih dengan memperhatikan beberapa kriteria.

memilih Jenis Sapi Potong

Ada banyak jenis sapi potong yang diternakkan di Indonesia. Untuk memudahkan pengenalannya, sapi potong dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu sapi potong lokal, sapi potong impor, dan sapi potong persilangan (peranakan). Ketiga jenis sapi potong tersebut memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing.

Secara umum, memilih jenis sapi potong lokal memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan. Karena itu, jenis sapi lokal lebih mudah dipelihara oleh peternak di Indonesia. Namun sayangnya, tingkat pertambahan bobot badan harian (PBBH) sapi lokal cenderung lebih rendah dibandingkan dengan sapi impor. Sapi impor memang memiliki PBBH lebih tinggi, tetapi juga dengan resiko pemberian pakan lebih banyak dan bermutu sehingga biaya pemeliharaannya pun menjadi lebih tinggi.

Dari jenis lokal, sapi bali merupakan jenis sapi yang sering direkomendasikan untuk digemukkan karena memiliki PBBH lebih tinggi daripada jenis lainya. Sementara itu, untuk jenis sapi impor, Sapi Limousin dan sapi Simmental termasuk jenis yang paling banyak dipilih.

Jenis sapi potong impor umumnya berasal dari negara subtropis. Karena itu, produktivitas yang tinggi seperti di negara asalnya cukup sulit di capai di Indonesia yang beriklik tropis. Pemeliharaannya terbatas di daerah daratan tinggi yang beriklim sejuk. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan penlitian persilangan dengan jenis sapi lain agar dihasilkan sapi dengan pertumbuhan cepat, tahan terhadap iklim tropis, tahan terhadap pakan bermutu rendah, serta tahan terhadap serangan endoparasit dan ektoparasit. Salah satu jenis sapi persilangan yang banyak diternakkan di Indonesia adalah Sapi PO (Peranakan Ongole).

Pemilihan jenis sapi yang akan diternakkan juga harus memperhitungkan kemudahan mendapatkannya. Jika penggemukan dilakukan di suatu daerah yang merupakan kosentrasi pemeliharaan sapi perah maka jantan sapai perah dapat dipilih untuk digemukkan dengan hasil yang bisa memberi keuntungan.

Tapi jika akan memeilira sapi untuk penggemukan selama 3 sampai 6 bulan, kita sebagai peternak tentunya akan memilih sapi yang kurus dan kurang perawatan, tidak harus sapi impor. Dengan merawatnya selama tiga bulan dan sapinya udah gemuk, kita dapat menjualnya kembali ke pasar dengan harga tinggi. Sapi jenis kurus ini oleh peternak biasa disebut dengan sapi afkiran, sapi ini memiliki ciri-ciri yaitu badannya kurus kering, bulu biasanya merinding, bagi peternak yang tidak ada skill atau pengalaman dalam sapi, membeli sapi menjadi hal yang berspekulasi untung rugi, karena merawat dan memelihara sapi afkiran harus mempunyai keahlian tersendiri, hanya orang-orang tertentu aja yang bisa melakukannya.

Dan menurun pandangan kami, jika kita memelihara sapi Impor sperti limosin, simental, dan brahman, tenetunya sangat mebutuhkan biaya yang sangat besar untuk membeli bakalannya, dan pertumbuhan berat badannya belum mencapai maksimal untuk dijual kembali jika dipelihara selama 3 bulan. sapi jenis ini lebih baik dipelihara lebih dari 6 bulan jika anda peternak kecil, sekali jual bisa mencapai harga 50juta. Oleh karena itu, untuk anda peternak kecil bisa membeli sapi lokal kurus untuk dirawat dan digemukkan kembali selama 3 bulan, agar perputaran uangngya lebih cepat.

Terima kasih telah membaca artikel Memimilh jenis sapi potong yang akan digemukkan, smoga bermanfaat!!

Save

Save

About admin

Check Also

Pemanfaatan Rumput Ruzi Sebagai Pakan Ternak-1

Pemanfaatan Rumput Ruzi Sebagai Pakan Ternak

Pemanfaatan Rumput Ruzi Sebagai Pakan Ternak Rumput Brachiaria merupakan salah satu rumput padang penggembalaan yang …

One comment

  1. Suatu kehormatan bagi kami anda bisa langsung lihat ke kandang
    untuk melihat sapi terbaik kami, dan BUKTIKAN bahwa kami tetap yang termurah di Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *