Home / Ilmu Teknologi Peternakan / Fermentasi Ampas Tahu, Ampas Kelapa, Ampas Bir, Onggok Singkong

Fermentasi Ampas Tahu, Ampas Kelapa, Ampas Bir, Onggok Singkong

FERMENTASI AMPAS TAHU, AMPAS KELAPA, AMPAS BIR, ONGGOK SINGKONG DLL

Agar dapat dipakai untuk menggantikan pakan unggas sekitar 10–20% , dan ternak ruminansai sampai dengan 20-30%.

Maka kita sebagai peternak agar dapat mencari pakan alternatif sebagai pengganti pakan unggas sebesar 10% sampai dengan 20%, dan ternak ruminansia sampai dengan 20% sampai dengan 30%. Untuk peternak teruslah berkerja, berinovasi, berkarya, tidak perlu kita menghara bantuan dari pemerintah. Dengan kita tidak menoton dengan ide peternekan dengan biaya rendah(low cost farming). Tidak perlu mengeluh terus menerus.

Untuk itu, para peternak dapat menjadikan bahan baku pakan ternak yang tersedia sebagai pakan alternatif dengan proses fermentasi, agar nilai gizi atau mutunya meningkat (quality booster), daya cernanya meningkat (digestible booster), dan dapat disimpan dalam waktu yang lama sampai berbulan bulan.

fermentasi ampas tahu - ampas tahu kering
fermentasi ampas tahu – ampas tahu kering

Berikut ini adalah proses fermentasi Ampas tahu, Ampas Kelapa, Ampas Bir, Onggok Singkong DLL:

1. Ampas tahu, ampas kelapa, ampas bir, Onggok Singkong, harus  kita peras terlebih dahulu airnya agar kering, kadar airnya diturunkan menjadi <15% (kurang dari lima belas persen).

2. Dapat dipakai alat pres elektrik dengan daya tekan sampai dengan 500 kg pakai alat pres model ulir dan atau 2.000 kg pakai alat pres hidrolis.

3. Bisa juga dengan dijemur, tapi dengan metode itu proesesnya mememakan waktu yang lama, sehingga dapat menyebababkan ampas tahu, ampas kelapa, ampas bir, onggok menjadi cepat membusuk.

4. Sesuadah diperas dengan bahan baku tersebut kadar airnya tersisa dibawah lima belas persen( <15%), Selanjutnya dilakukan proses fermentasi secara tertutup.

Berikut ini adalah Proses Fermentasi Tertutup:

Bahan Bahan dan alat yang diperlukan :

  •  Bahan kering tersebut di atas (kadar air <15%) = 135,0 Kg;
  • Win_Prob In Vitro/Vivo, label warna kuning =  0,5 liter
  • Air steril dari depo air isi ulang = 39,5 liter
  • Jumlah Total =  175,0 kg
  • Timba plastik kapasitas 50 liter untuk tempat melarutkan dan mengaduk bahan nomor 2 dan 3.
  • Sediakan mesin mixer atau bila manual bisa pakai alat pengaduk sekrop.
  • Drum plastik berpenutup dan cincin pengunci untuk fermentor, kapasitas 150 liter.

Proses Pencanpuran Secara Manual :

  • Bersihkan lantai, di-pel dan disterilkan pakai obat pel isi Lisol atau Karbol, biarkan kering dan bersihkan dan sterilkan semua alat yang akan dipakai fermentasi (sekrop, drum, tangan dan kaki tenaga kerja).
  • Bahan yang sudah diperas jadi kering, kadar air <15%, dihampar di lantai yang sudah bersih dan steril, setebal -/+ 20 cm, bagian tengahnya dibentuk kawah.
  • Larutan nomor 2 dan 3, diaduk rata, dituang di kawah bahan.
  • Pelan-pelan diaduk seperti mengaduk semen + pasir, diaduk-aduk 2 – 3 kali sampai rata;
  • Hasil adukan di-tes dengan cara mengambil segenggam, digenggam kuat kemudian dilepas. Normalnya menggumpal tapi tidak keluar air. Bila keluar air, berarti terlalu basah. Harus ditambah bahan bahan baku pakan secukupnya, diaduk ulang, di-tes lagi. Bila bahan yang digenggam “kepyar”, kadar air kurang. Tambahkan air secukupnya, diaduk ulang dan di-tes lagi. Nanti perbandingannya bisa dipakai sebagai referensi untuk proses berikutnya;
  • Bila kadar air sudah tepat, masukkan hasil adukan nomor 4 ke dalam drum fermentor dimana setiap 5 sekrop diinjak-injak sampai padat dan selanjutnya dimasukkan sampai penuh, rata permukaan drum.
  • Pasang plastik untuk “seal” agar kedap, pasang penutup drum serta ring penguncinya;
  • Biarkan dalam pemeraman selama minimum 4 minggu supaya fermentasinya benar-benar matang. Ciri khas hasil fermentasi yang matang adalah baunya harum, manis dan asam seperti tape singkong ala Bondowoso.
  • Bagusnya, dalam kondisi tetap tertutup dan kedap, bisa disimpan selama 24 bulan, dengan kualitas stabil bila fermentasinya menggunakan Win_Prob In Vivo/Vitro dan prosesnya baik dan benar.
  • Setelah itu bisa diberikan untuk substitusi pakan komplit dari pabrik :
  1. Untuk pakan unggas starter, komposisinya 10% (90 kg pakan komplit + 10 kg ampas tahu dll yang sudah difermnentasi).
  2. Untuk pakan unggas finisher, komposisinya 20% (80 kg pakan komplit + 20 kg).
  3. Untuk ternak sapi dan ruminansia yang lain, bisa diberikan sebanyak 30% dalam konsentrat.

Sekian proses femertasi ampas tahu, ampas kelapa, onggok ddl. artikel ini diambil dari: fb. Jago Ruminansia Bersama Drh. Deddy

About admin

Avatar

Check Also

bagaimana memilih kosentrat pedet sapi

Bagaimana Memilih Kosentrat Pedet Sapi

Bagaimana Memilih Kosentrat Pedet Sapi Kosentrat pedet atau yang dikenal dengan (Calf Stater) merupakan istilah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *