Pemanfaatan Cassapro Untuk Pakan Ternak

Pemanfaatan Cassapro Untuk Pakan Ternak:Cassapro yaituh pakan ternak yang telah  terjadi fermentasi antara kapang atau jamur Aspergillus niger dengan limbah pertanian yang memiliki kandungan karbohidrat (seperti onggok, dedak padi, ampas sagu, dan sebagainya) dan memiliki protein yang cukup tinggi sehingga dapat  berfungsi sebagai pengganti sebagian pemberian konsentrat ternak.

Manfaat cassapro untuk pakan ternak melaporkan bahwa  cassapro memiliki kandungan protein sejati dari cassapro adalah bervariasi(tergantung pada bahan baku yang digunakan), yaitu antara 14,3% (berbahan serat kelapa sawit) sampai 25,1% (berbahan bungkil inti sawit); untuk bahan onggok (limbah pabrik tapioka) adalah18%. Sekitar 50% dari kandungan protein sejati cassapro tersebut, diketahui adalah berupa asam amino (ANONIMUS, 1996).

Cassapro untuk pakan ternak

Manfaat cassapro untuk pakan ternak, selain dapat meningkatkan kandungan protein kasar ransum ternak,dapat juga meningkatkan nilai kecernaan sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan ransum. Pada saat proses fermentasi berlangsung, kapang Aspergillus niger dapat membentuk berbagai enzim yang membantu proses pencernaan (KOMPIANG et al., 1995). Enzim yang dimaksud adalah cellulase, beta-gluco sidase, pectinase dan protease (BEROVIC dan OSTROVERSNIK, 1997.

baca juga :Cara Fermentasi Singkong Sebagai –Cassapro

Seperti jenis kapang lainnya, kehidupan Aspergillus niger memiliki 7 tahapan pertumbuhan, yakni  mulai fase adaptasi sampai fase kematian diperlambat (DWIJOSAPUTRO, 1989). Adanya beberapa tahapan pertumbuhan aspergillus tersebut, akan berkorelasi positip terhadap kualitas cassapro yang akan dihasilkannya. Oleh karena itu, penting diketahui pada lama fermentasi berapa hari yang terbaik untuk menghasilkan mutu cassapro yang maksimal.

Cara Pembuatan Cassapro Untuk Pakan Ternak Yaitu:

Penelitian ini dilakukan di IPPTP Grati, Pasuruan, pada bulan Juni sampai Oktober 1999. Cassapro dibuat dari bahan baku onggok dan difermentasikan dengan jamur Aspergillus niger Teknologi pembuatan cassapro yang digunakan adalah mengikuti petunjuk yang dibuat KOMPIANG(BPT Ciawi Bogor) dengan beberapa modifikasi, sehingga menjadi sebagai berikut:

Alur aktivasi spora Aspergillus niger:

25 lt air masak + 0,1 kg spora + 0,15 kg tetes → diperam 24 jam → + 1,25 kg campuran

mikronutrien, UREA dan ZA → diperam 24 jam → CAIRAN AKTIVATOR.

Alur produksi cassapro:

25 lt cairan aktivator + 25 sampai 28 kg onggok kering → diperam 0, 2, 4 dan 6 hari →

dipanen dan dikeringkan dengan sinar matahari → CASSAPRO SIAP DIGUNAKAN.

Pembuatan cassapro dapat meningkatkan kadar protein kasar onggok dari 1,6% (GUNAWAN et al., 1995) menjadi 13-15% pada hasil penelitian ini. Hal ini terjadi karena dalam pembuatan cassapro ditambahkan pupuk Urea yang merupakan sumber Nitrogen bagi aspergillus untuk membentuk protein.

Lama fermentasi cassapro yang berlanjut, diduga yang menyebabkan terjadinya perombakan kembali sebagian senyawa-senyawa bernitrogen yang telah dapat dibentuk asper-gillus. DWIJOSAPUTRO (1989) menyatakan bahwa jamur Aspergillus niger yang telah memasuki akhir fase vegetatif untuk menuju fase generatif, akan mempunyai balance protein negative (kebutuhan proteinnya jauh lebih banyak dibandingkan dengan kemampuannya untuk membentuknya). Oleh karena itu,  mulai lama inkubasi 4 hari keatas, kandungan protein kasar cassapro pada penelitian ini menjadi menurun.

Selama proses fermentasi (antar hari fermentasi) cassapro tidak terjadi peningkatan protein kasar yang berarti. Namun berdasarkan laporan ANONIMUS (1996) yang menyatakan bahwa sekitar 50% protein sejati cassapro untuk adalah berupa asam amino, maka diduga kualitas protein kasar cassapro mulai lama fermentasi hari kedua adalah jauh lebih tinggi dibandingkan dengan yang lama fermentasi hari ke 0. Selama proses fermentasi cassapro oleh aspergillus, terjadi peristiwa sbb:

  1. Terbentuknya senyawa-senyawa organik baru seperti enzim, vitamin dan protein
  2. Aktivitas enzim yang terbentuk, mampu menurunkan kandungan bahan anorganik bahan yang difermentasi (BARRET dan DARMADJATI, 1984)
  3. Terbentuknya senyawa-senyawa organik yang lebih mudah tercerna
  4. Tumbuh dan berkembangnya aspergillus yang mengandung bahan organik yang mempunyai nilai kecernaan yang tinggi.

Peristiwa tersebut, menyebabkan cassapro akan mengandung lebih banyak zat nutrisi bahan organik yang mempunyai nilai kecernaan yang cukup tinggi. Hal ini sangat tampak dari nilai kecernaan pada lama inkubasi yang sama pada antar lama fermentasi yang berbeda. Mulai hari kedua fermentasi, nilai kecernaan bahan organik cassapro sudah nyata lebih besar dibandingkan dengan cassapro yang tidak difermentasikan.

Meningkatnya nilai kecernaan protein kasar sejak hari kedua dari proses fermentasi ini menunjukkan bahwa: melalui pembuatan cassapro, tidak hanya akan diperoleh suatu bahan pakan yang mengandung protein kasar tinggi, tetapi juga melalui aktivitas biokimia dari aspergillus, akan mampu dihasilkan protein pakan yang mempunyai nilai kecernaan yang cukup tinggi.

Kemampuan aspergillus untuk membentuk protein cassapro dengan nilai kecernaan yang cukup tinggi, tampaknya telah terjadi pada hari kedua dari proses fermentasi. Hal ini tampak dari nilai kecernaan protein kasar yang tidak nyata berbeda pada lama inkubasi yang sama dari cassapro yang difermentasikan antara 2 sampai 6 hari.

About admin

Check Also

maggot bsf sebagai pakan ternak

Maggot BSF sebagai pakan ternak

Maggot bsf sebagai pakan ternak: Penyediaan pakan ternak yang berkualitas adalah salah satu faktor penentu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *