Cara Ternak Kelinci Dengan SOC | peternakankita.com

Cara Ternak Kelinci Dengan SOC: Ternak ini semula hewan liar yang sulit dijinakkan. Kelinci dijinakkan sejak 2000 tahun silam dengan tujuan keindahan, bahan pangan dan sebagai hewan percobaan. Hampir setiap negara di dunia memiliki ternak kelinci karena kelinci mempunyai daya adaptasi tubuh yang relatif tinggi sehingga mampu hidup di hamper seluruh dunia. Kelinci dikembangkan di daerah dengan populasi penduduk relatif tinggi, Adanya penyebaran kelinci juga menimbulkan sebutan yang berbeda, di Eropa disebut rabbit, Indonesia disebut kelinci, Jawa disebut trewelu dan sebagainya. Di Indonesia masih terbatas daerah tertentu dan belum menjadi sentra produksi/dengan kata lain pemeliharaan masih tradisional.

Menurut sistem Binomial, bangsa kelinci diklasifikasikan sebagai: (1) Ordo: Lagomorpha; (2)Famili: Leporidae; (3) Sub family: Leporine; (4) Genus : Lepus, Orictolagus; dan (5) Spesies: Lepusspp., Orictolagus spp.

Kelinci adalah hewan herbivora yang cukup unik karena tidak dapat mencerna serat kasar secara baik. Kelinci juga merupakan binatang kesayangan yang gerak-geriknya sangat menarik dan lucu, terutama di kalangan anak-anak. Namun di sisi lain kelinci adalahjenis hewan yang dari keseluruhanya dapat bermanfaat serta menguntungkan kita semua. Dari daging, kulit bulunya dan bahkan kotorannya sekalipun bisa kita manfaatkan menjadi pupuk organik yang sangat baik.

Pedoman Teknis Budidaya

Yang perlu diperhatikan dalam usaha ternak kelinci adalah persiapan lokasi yang sesuai, pembuatan kandang, penyediaan bibit dan penyediaan pakan. Fungsi kandang sebagai tempat berkembangbiak dengan suhu ideal 21° C, sirkulasi udara lancar, lama pencahayaan ideal 12 jam dan melindungi ternak dari predator.Menurut kegunaan, kandang kelinci dibedakan menjadi kandang induk. Untuk induk/kelinci

dewasa atau induk dan anak-anaknya, kandang jantan, khusus untukpejantan dengan ukuran lebih besar dan Kandang anak lepas sapih. Untuk menghindari perkawinan awal kelompok dilakukan pemisahan antara jantan danbetina. Kandang berukuran 200x70x70 cm tinggi alas 50 cm cukup untuk 12 ekor betina/10 ekor jantan. Kandang anak (kotak beranak) ukuran 50x30x45 cm.

Menurut bentuknya kandang kelinci dibagi menjadi: (1) kandang sistem postal, tanpa halaman pengumbaran, ditempatkan dalam ruangan dan cocok untuk kelinci muda; (2) kandang sistem ranch, dilengkapi dengan halaman pengumbaran; dan (3) kandang battery, mirip sangkar berderet di mana satu sangkar untuk satu ekordengan konstruksi Flatdech Battery (berjajar), Tier Battery (bertingkat), Pyramidal Battery (susun piramid). Perlengkapan kandang yang diperlukan adalah tempat pakan dan minum yangtahan pecah dan mudah dibersihkan.

Untuk syarat ternak tergantung dari tujuan utama pemeliharaan kelinci tersebut.Untuk tujuanjenis bulu maka jenis Angora, American Chinchilla dan Rex merupakan ternak yang cocok. Sedanguntuk tujuan daging maka jenis Belgian, Californian, Flemish Giant, Havana, Himalayan dan New Zealand merupakan ternak yang cocok dipelihara.

cara ternak kelinci dengan soc

Pemilihan bibit dan calon induk

Bila peternakan bertujuan untuk daging, dipilih jenis kelinci yang berbobot badan dan tinggi dengan perdagingan yang baik, sedangkan untuk tujuan bulu jelas memilih bibit-bibit yang punya potensi genetik pertumbuhan bulu yang baik. Secara spesifik untuk keduanya harus punya sifat fertilitas tinggi, tidakmudah nervous, tidak cacat, mata bersih dan terawat, bulu tidak kusam, lincah/aktif bergerak.

Perawatan Bibit dan calon induk

Perawatan bibit menentukan kualitas induk yang baik pula, oleh karena itu perawatan utama yang perlu perhatian adalah pemberian pakan yang cukup, pengaturan dan sanitasi kandang yang baik serta mencegah kandang dari gangguan luar.

Sistem Pembiakan

Untuk mendapat keturunan yang lebih baik dan mempertahankan sifat yang spesifik maka pembiakan dibedakan dalam 3 kategori yaitu:

  1. In Breeding (silang dalam), untuk mempertahankan dan menonjolkansifat spesifik misalnya bulu, proporsi daging;
  2. Cross Breeding (silang luar), untuk mendapatkan keturunan lebih baik/menambah sifat-sifat unggul.
  3. Pure Line Breeding (silang antara bibit murai), untuk mendapat bangsa/jenis baru yang diharapkan memiliki penampilan yang merupakan perpaduan 2 keunggulan bibit.

Reproduksi dan Perkawinan

Kelinci betina segera dikawinkan ketika mencapai dewasa pada umur 5 bulan (betina dan jantan). Bila terlalu muda kesehatan terganggu dan mortalitas anak tinggi. Bila pejantan pertama kali mengawini, sebaiknya kawinkan dengan betina yang sudah pernah beranak. Waktu kawin pagi atau sore hari di kandang pejantan dan biarkan hingga terjadi 2 kali perkawinan, setelah itu pejantan dipisahkan.

Proses Kelahiran

Setelah perkawinan kelinci akan mengalami kebuntingan selama 30-32 hari. Kebuntingan pada kelinci dapat dideteksi dengan meraba perut kelinci betina 12-14 hari setelah perkawinan, bila terasa ada bola-bola kecil berarti terjadi kebuntingan. Lima hari menjelang kelahiran induk dipindah ke kandang beranak untuk memberi kesempatan menyiapkan penghangat dengan cara merontokkan bulunya. Kelahiran kelinci yang sering terjadi malam hari dengan kondisi anak lemah, mata tertutup dan tidak berbulu. Jumlah anak yang dilahirkan bervariasi sekitar 6-10 ekor.

Pemeliharaan

Tempat pemeliharaan diusahakan selalu kering agar tidak jadi sarang penyakit. Tempat yang lembab dan basah menyebabkan kelinci mudah pilek dan terserang penyakit kulit. Kelinci yang terserang penyakit umumnya punya gejala lesu, nafsu makan turun, suhu badan naik dan mata sayu. Bila kelinci menunjukkan hal ini segera dikarantinakan dan benda pencemar juga segera disingkirkan untuk mencegah wabah penyakit. Penyapihan anak kelinci dilakukan setelah umur 7-8 minggu.

 Anak sapihan ditempatkan kandang tersendiri dengan isi 2-3 ekor/kandang dan disediakan pakan yang cukup dan berkualitas. Pemisahan berdasar kelamin perlu untuk mencegah dewasa yang terlalu dini. Pengebirian dapat dilakukan saat menjelang dewasa. Umumnya dilakukan pada kelinci jantan denganmembuang testisnya.

Jenis pakan yang diberikan meliputi hijauan meliputi rumput lapangan, rumput gajah, sayuran meliputi kol, sawi, kangkung, daun kacang, daun turi dan daun kacang panjang, biji-bijian/pakan penguat meliputi jagung, kacang hijau, padi, kacang tanah, sorghum, dedak dan bungkil-bungkilan.

Untuk memenuhi pakan ini perlu pakan tambahn berupa konsentrat yang dapat dibeli di toko pakan ternak. Pakan dan minum diberikan dipagi hari sekitar pukul 10.00. Kelinci diberi pakan dedak yang dicampur sedikit air. Pukul 13.00 diberi rumput sedikit/secukupnya dan pukul 18.00 rumput diberikan dalam jumlah yang lebih banyak. Pemberian air minum perlu disediakan di kandang untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuhnya.

Hama dan Penyakit

Hama dan penyakit yang terdapat dalam peternakan kelinci:

  1. Bisul, penyebab terjadinya Pengumpulan darah kotor di bawah kulit. Pengendalian: pembedahan dan pengeluaran darah kotor selanjutnya diberi Jodium.
  2. Kudis, penyebab : Darcoptes scabiei. Gejala: ditandai dengan koreng di tubuh. Pengendalian: dengan antibiotik salep.
  3. Eksim, penyebab: kotoran yang menempel di Pengendalian: menggunakan salep/bedak Salicyl;
  4. Penyakit telinga, penyebab: kutu. Pengendalian: meneteskan minyak nabati.
  5. Penyakit kulit kepala, penyebab: jamur. Gejala: timbul semacam sisik pada kepala. Pengendalian: dengan bubuk belerang.
  6. Penyakit mata, penyebab: bakteri dan debu. Gejala: mata basah dan berair terus. Pengendalian: dengan salep mata;
  7. Mastitis, penyebab: susu yang keluar sedikit/tak dapat keluar. Gejala: puting mengeras dan panas bila dipegang. Pengendalian: dengan tidak menyapih anak terlalu mendadak..
  8. Pilek, penyebab: virus. Gejala: hidung berair terus. Pengendalian: penyemprotan antiseptik pada hidung;
  9. Radang paru-paru, penyebab: bakteri Pasteurella multocida. Gejala: napas sesak, mata dan telinga kebiruan. Pengendalian: diberi minum Sul-Q-nox.
  10. Berak darah, penyebab: protozoa Eimeira. Gejala: nafsu makan hilang, tubuh kurus, perut membesar dan mencret darah. Pengendalian: diberi minum sulfaquinxalin dosis 12 ml dalam 1 liter air;
  11. Hama pada kelinci umumnya merupakan predator dari kelinci seperti anjing. Pada umumnya pencegahan dan pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan kandang, pemberian pakan yang sesuai dan memenuhi gizi dan penyingkiran sesegera mungkin ternak yang sakit.

Panen

Hasil utama saat panen adalah: daging dan bulu. Hasil tambahannya yaitu kotoran untuk pupuk.

Pasca Panen

Saat pasca panen, dilakukan beberapa langkah, seperti:

  1. Stoving, kelinci dipuasakan 6-10  jam sebelum potong untuk mengosongkan usus. Pemberian minum tetap.
  2. Pemotongan, dapat dengan 3 cara yaitu (a) Pemukulan pendahuluan, kelinci dipukul dengan benda tumpul pada kepaladan saat koma disembelih (b) Pematahan tulang leher, dipatahkan dengan tarikan pada tulang leher (cara ini kurang baik), (c) Pemotongan biasa, sama seperti memotong ternak lain.
  3. Pengulitan, dilaksanakan mulai dari kaki belakang ke arah kepala dengan posisi kelinci digantung.
  4. Pengeluaran Jeroan, kulit perut disayat dari pusar ke ekor kemudian jeroan seperti usus, jantung dan paruparu Yang perlu diperhatikan kandung kemih jangan sampai pecah karena dapat mempengaruhi kualitas karkas.
  5. Pemotongan Karkas, kelinci dipotong jadi 8 bagian, 2 potong kaki depan, 2 potong kaki belakang, 2 potong bagian dada dan 2 potong bagian belakang. Presentase karkasyang baik adalah 49-52%.

Cara Ternak Kelinci Dengan SOC

Manfaat SOC-HCS untuk pakan kelinci fermentasi

  • Membantu mengurangi tingkat stres pada hewan dan menekan timbulnya penyakit pada ternak anda.
  • Meningkatkan natibodi, sehingga hewan ternak tidak mudah sakit.
  • Mengurangi angka resiko kematian hewan tenak.
  • Memberikan efek merangsangnafsu makan pada hewan ternak.
  • Mempercepat pertumbuhan hewan ternak dan meningkatkan produksi daging.
  • Selain meningkatkan produksi daging, SOC juga baik untuk perkembangbiakan hewan ternak.
  • SOC membantu meningkatkan kesuburan hewan ternak.
  • Mempertinggi kualitas telur pada hewan unggas, maupun perkembangbiakan hewan ternak lainnya seperti kambing, sapi, dan kelinci.

Adapun keunggulan/ manfaat kelinci ada pada dging, kulit /bulu dan kotorannya. Salah satu kemudahan memelihara kelinci adalah pada pekan / makanan kelinci. Sumber makanan kelinci ada banyak disekitar rumah dan juga banyak dijual ditoko  makanan hewan atau supermarket disekitar kita. Namun untuk mencari bahan makanan kelinci kadang-kadang kita butuh biaya, karena kelinci adalah hewan yang doyan makan sehingga butuh makanan yang segar setiap hari, sehingga butuhwaktu untuk merumput.

Sedangkan makanan kelinci dalam bentuk pelet yang tersedia di toko-toko perlu biaya yang lebih mahal. Untuk mengurangi hal tersebut ada alternatif lainnya, yaitu membuat pakan fermnetasi gedebog pisang. Jenis makanan ini sudah sering digunakan untuk hewan ternak lainnya seperti sapi dan kambing. Padahal jenis makanan dari gedebog pisang ini bisa juga diberikan kepada kelinci. Bahan gedebog pisang mudah didapat, demikian jiga bahan-bahan lainnya. Seletah memakan pakan fermentasi degobog pisang ini kelinci jadi tambah lincah, sehat, cepat besar dan kotorannya menjadi tidak bau.

Bahan-bahan yang digunakan :

  • Gedebog pisang + daun pisang 10 kg
  • Ampas tahu  1 kg
  • Tetes tebu ( bisa diganti gula pasir) 1 sendok makan/secukupnya.
  • Air  2 liter
  • SOC (Suplemen Organik Cair) 1 tutup bobot.
  • Terpal plastik atau bekas kamtong pupuk.
  • Tempat makanan fermentasi.
  • Aalat semprotan/wadah larutan.

Cara membuat pakan kelinci fermentasi SOC

  • Gedebog pisang + daun pisang dicacah-cacah.
  • Cacahan tersebut dicampur dengan ampas tahu dan ditaruh diatas terpal.
  • Masukan SOC, gula pasir dan dilarutkan dalam air.
  • Larutan tersebut disemprotkan kecampuran gedebog pisang dan ampas tahu.
  • Setelah selesai ditutup rapat atau masukkan ke dalam bekas embercat dan tutup rapat dan proses fermentasi selama 3 jam.
  • Fermetasi berhasil ditandai dengan bau ampas tahutersebut yang menjadi harum dan dapat diberikan pada kelinci, pakan tersebut mampu berahan selama 1 bulan.

Manfaat pakan kelinci fermentasi SOC

Keunggulan pakan organik alternatif yang diperoleh dari fermentasi tidak hanya terkait dengan soal biaya. Secara alami, kelinci sebenarnya melakukan proses ferementasi dalam proses pencernaannya. Dengan adanya pakan yang sudah difermentasikan, setidaknya tubuh kelinci bisa langsung menyerap sari makanan. Meskipun demikian, perlu juga dicatat bahwa jumlah total pakan yang harus diberikan pada kelinci setidaknya mencapai 10% dari total berat kelinci. Pemberian pakan yang kurang hanya akan menghambat kesehatan reproduksi kelinci.

Terimakasih telah membaca Cara Ternak Kelinci Dengan SOC. smoga bermanfaat!

About admin

Check Also

Sukses Beternak Puyuh

Sukses Beternak Puyuh | peternakankita.com

Sukses Beternak Puyuh Berbicara masalah bisnis petarnian dan peternakan, memang masih sedikit peminat nya saat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *