Cara pembuatan Silase Jerami Jagung

Cara pembuatan Silase Jerami Jagung: Selama ini system pemeliharaan ternak rakyat biasanya dilakukan secara sambilan dengan menyediakan pakan yang sangat bergantung pada musim yaitu pakan yang diberikan dalam jumlah yang melimpah pada waktu musim panen atau musim hujan dan sebaliknya dalam jumlah yang kurang pada pada musim tanam atau kering.

Jaminan ketersediaan pakan sepanjang tahun bisa tercapai dengan cara mengawetkan bahan pakan khususnya bahan pakan hijauan yang melimpah pada saat musim kemarau ataupun musim panen.  Cara pengawaten ini yaitu silase yang sudah lama dipekernalkan dan pergunakan di peternakan.

Silase merupakan bentuk pengawetan terhadap hijauan pakan yang memiliki kadar air tinggi dengan cara secara anaerobic (tanpa udara).

Cara pembuatan Silase Jerami Jagung

Upaya peningkatan produksi jagung melalui perluasan areal tanam menimbulkan dampak lanjutan berupa peningkatan limbah jerami jagung. Produksi  jerami jagung segar berkisar antara 2,1-6,0 ton/ha. Sedangkan luas tanam jagung saat ini sekitar 3,5 juta hektar, sehingga bisa dibayangkan berapa potensi jerami yang terbuang percuma jika tidak dilakukan pangewatan.

 Tujuan Dan Manfaat

Meningkatkan nilai gizi jerami jagung sebagai pakan untuk menunjang penyedian pakan sepajang tahun.

Kandungan Nutrisi Silase Jerami Jagung

Kandungan Nutrisi %
Bahan Kering 23,68
Protein Kasar (% BK) 8,99
Serat Kasar (% BK ) 25,14
Lemak Kasar (% BK) 1,63
Total Digestible Nutrient ( %BK) 58, 74
Energi Total (Kcal/Kg) 36, 136

Bahan Dan Alat

  1. Jerami Jagung
  2. Tetes tebu atau molasses (1 % berat jerami jagung)
  3.  Dedak atau bekatul ( 3% berat jerami jagung segar)
  4. Dekomposer (0,04% berat jerami jagung segar)

Alat:

  1. Kantung plastic
  2. Chopper atau sabit
  3. Garu

Cara Pembuatan Silase Jerami Jagung

  1. Cacah jerami jagung berukuran 5-10 cm, pencacahan bertujuan untuk memadatkan jerami jagung saat penyimpanan sehingga memudahkan terjadinya kondisi anaerob.
  2. Jerami jagung yang sudah dicacah dikeringkan selama lebih kurang 6 jam yang bertujuan untuk mengurangi kadar air, sehingga  silase tidak membusuk.
  3. Campurkan jerami jagung, tetes, dedak padi, dan decomposer diaduk merata.
  4. Kemudian campuran dimasukkan dalam kantong plastik penyimpanan jerami jagung harus dibuat rapat dan dipadatkan hingga tidak ada udara. Perlakuan tersebut untuk menghindari pembusukan.
  5. Setelah jerami jagung difermentasikan dalam kantong plastik selama lebih kurang 3 minggu maka hasilnya adalah silase jerami jagung dan selama masih tersimpan dengan baik jerami jagung bisa digunakan sampai 2 bulan.

Terima Kasih telah membaca artikel Cara pembuatan Silase Jerami Jagung, smoga bermanfaat

About admin

Check Also

maggot bsf sebagai pakan ternak

Maggot BSF sebagai pakan ternak

Maggot bsf sebagai pakan ternak: Penyediaan pakan ternak yang berkualitas adalah salah satu faktor penentu …

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *