Cara Merawat Domba | peternakankita.com

Cara Merawat Domba

Cara merawat domba adalah salah satu bagian dari pemeliharaan ternak, supaya domba bisa tumbuh dengan baik dan berproduksi secara maksimal.

Berikut ini cara merawat domba antara lain:

Memandikan Ternak Domba

Ternak domba sebaiknya dimandikan secara rutin seminggu sekali supaya tubuhnya tidak kotor dan tidak mudah menjadi sarang penyakit. Kegiatan memandikan domba bisa dilakukan pada saat cuaca cerah dengan menggunakan air bersih dan mengalir. Pada saat dimandikan, seluruh bulu badan dan tubuhnya dibersihkan dengan air sabun dan disikat, kemudian dibilas dengan air bersih. Sesudah dimandikan, domba dibiarkan berjalan-jalan sampai bulunya kering.

Mencukur Bulu DOmba

Bulu domba tumbuh umumnya  relatif banyak sehingga memerlukan perawatan agar tidak menjadi kotor serta tidak menjadi sarang kuman penyakit dan parasit. Mencukur bulu sebaiknya dilakukan pada domba yang sudah berusia lebih dari 6(enam) bulan dan dilakukan 2(dua) kali setahun. Sebelum mencukur bulu, sebaiknya domba dimandikan terlebih dahulu agar bulunya bersih dan pelaksanaan pencukuran lebih mudah.

cara merawat domba

Cara saat mencukur bulu, ternak bisa tetap berdiri atau dirobohkan dengan cara mengikat keempat kakinya sehingga pencukuran bisa lebih cepat dan hasilnya lebih rapi. Pencukuranbisa menggunakan gunting yang besar dan tajam atau gunting cukur listrik. Pencukuran dimulai dari perut bagian bawah, ke atas, ke depan, dan ke belakang sampai daerah kepala dan kaki. Bulu yang tertinggal di kulit sepanjang 0,5-1 cm. Mencukur bulu harus dilakukan dengan hati-hati agar supaya kulit domba tidak terluka.

Memotong Kuku Domba

Terna Domba yg dipelihara dalam kandang, secara alami kukunya akan tumbuh dan bertambah panjang. Kuku domba yang panjang dan tidak pernah dipotong bisa mengakibatkan gangguan pada saat berjalan, untuk ternak pejantan bisa mengganggu pada saat kawin, dan menjadi sarang kotoran dan kuman penyakit sehingga sangat mudah terinfeksi. Untuk menghindari hal-hal tersebut maka kuku domba harus dipotong secara rutin setiap 3-6 bulan sekali.

cara merawat domba

Memotong kuku bisa dilakukan dengan cara mengikat domba padabambu. Selanjutnya kuku depan kiri dan kanan dipotong secara bergantian dengan cara mengangkat kaki domba dengan melipat sendi lutut. Untuk memotong kuku belakang kiri dan kanan dilakukan dengan menjepit badan domba bagian belakang dengan posisi searah ekor, kemudian kaki belakang diangkat dan dipotong secarabergantian. Memotong kuku dapat menggunakan gunting, rennet, atau pisau tajam. Bagian kuku yang dipotong adalah bagian yang tidak ada syaraf dan pembuluh darah.

Pengendalian Penyakit

 Kesehatan menentukan tingkat keberhasilan usaha ternak domba. Supaya ternak domba tetap sehat, kandang harus bersih, air minum diberikan teratur dan bersih. Penyakit yang sering menyerang domba adalah bloat (kembung perut), cacing, dan kudis (kurap, scabies).

Bloat (kembung perut):

Gejala: lambung sebelah kiri atas tampak besar dan bila dipukul berbunyi seperti drum, frekuensi pernafasan cepat, dan punggung domba tampak membungkuk.

Penyebab: Hijauan di dalam rumen cepat mengalami fermentasi, sehingga membentuk timbunan gas yang cukup besar. Hijauan (rumput dan daun) yang cepat mengalami fermentasi seperti rumput muda, rumput basah dan daun ubi jalar. Agar ternak domba tetap sehat, kandang harus bersih, air minum diberikan teratur dan bersih.

Pencegahan: hindarkan domba digembalakan di tempat yang rumputnya basah akibat embun pagi, jangan diberi rumput muda.

Pengobatan: berikan larutan gula merah dan asam jawa, keluarkan gas dengan cara mengurut-urut perut domba.

Cacing:

Parasit yang sering menyerang saluran pencernaan domba diantaranya adalah cacing bulat dan cacing hati.

Gejala terinfeksi cacing bulat: domba menjadi kurus, pucat, lemah; bila infeksi parah mengakibatkan; perut besar, bulu kusam, dan kadang keluar kotoran encer.

Gejala terinfeksi cacing hati: kondisi tubuh lemah; selaput lendir bola mata dan gusi tampak pucat; kadang-kadang di bawah dagu membengkak lunak karena berisi air; dan perut buncit akibat adanya penimbunan cairan di dalam perut.

Pencegahan:

  1. Kandang dibersihkan secara rutin dan hindari lantai menjadi becek.
  2. Domba tidak digembalakan di tempat yang tercemar telur atau larva cacing.

Pengobatan: Domba diobati dengan obat cacing khusus hewan yang dijual di toko yang menjual kebutuhan peternakan. Diberikan dalam bentuk kapsul atau dalam bentuk serbuk dan dicampur air minum. Dosis pemberian sesuai anjuran. Kudis (Kurap, scabies):

Gejala: ternak gelisah karena gatal sehingga nafsu makan menurun, kulit bersisik berkeropeng, bulu rontok, dan pada awalnya menyerang pada bagian bibir, kepala, kemudian menjalar ke seluruh tubuh.

Penyebab: parasit kulit yang menular dengan cara kontak langsung.

Pencegahan: penyakit ini dapat dicegah dengan cara menjaga kebersihan dan pemisahan ternak sakit.

Pengobatan: menggunakan salep Antusol dengan cara dioleskan pada bagian tubuh domba yang terserang.

Terima Kasih Terlah membaca artikel cara merawat domba, smoga bermanfaat!

BALAI PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN JAWA BARAT
BALAI BESAR PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PERTANIAN
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN
KEMENTERIAN PERTANIAN

About admin

Check Also

ciri ciri domba garut jantan

Ciri Ciri Domba Garut-Domba Priayangan Asli Jawa Barat

Ciri Domba Garut: Domba Priayangan Asli Jawa Barat SPESIFIKASI TERNAK DOMBA GARUT Ciri domba garut …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *