Beberapa Penyakit Parasit Pada Ternak Sapi, Kambing, dan Domba Bag-I

Penyakit Parasit Cacing Pada ternak Sapi, kambing, dan domba

Meskipun penyakit ini tidak menyebabkan kematian langsung pada ternak kita, tetapi jika kita dilihat dari segi biaya atu ekonomi bisa dikatakan cukup besar, seperti penurunan berat badan, kualitas daging akan berkurang, produksi susu berkurang

Cacing Fasciologis

Adalah cacing yang dikarenakan oleh cacing Fasciola SP . Biasanya banyak ditemukan di Indonesia  yaitu cacing Fasciola gignta. Penayakit pada sapid an kerbau bersifat kronis, pada kambing dan domba bisa bersifat akut. Kerugian yang biasa dialami adalah berat badan ternak yang menurun, hati yang terbuang, kematian ternak. Cacing ini biasa hidup di dalam saluran hati, dan saluran empedu. Cacing ini memakan jaringan hati dan darah.

Baca juga artikel ini. http://www.peternakankita.com/cara-mengobati-penyakit-cacingan-pada-kambing/

Ternak ruminansia yang paling rentan adalah ternak sapi, kerbau, kambing, dan ternak yang  masih muda sangat mudah terjangkit penyakit ini.

Telur cacing fasciola akan masuk ke dalam duodenum bersama empedu kemudainakeluar bersama dengan tinja hospes definitif. Di luar tubuh ternak telur berkembang menjadi mirasidium. Mirasidium selanjutnya  masuk ke tubuh siput muda, yang biasanya genus Lymnaea rubiginosa. Di dalam tubuh siput mirasidium akan berkembang menjadi sporokista, redia dan serkaria. Serkaria akan keluar dari tubuh siput dan bisa berenang.

penyakit-cacing-pada-ternak

Pada tempat yang cocok, serkaria akan berubah menjadi metaserkaria yang berbentuk kista. Ternak akan terinfeksi jika minum air atau makan tanaman yang mengandung kista.

Gejala Ternak Mengalami Penyakit Cacing Fisiologis

  • Pada keadaan infeksi ternak menjadi mencret.
  • Pada Domba dan Kambing, yang terinfeksi parah akan menyebabka kematian secara mendadak, dengan darah keluar dari hidung, atau anus seperti penyakit antrax.
  • Pada tingkat kronis, ternak menjadi malas, tidak gesit, nafsu makan menurun, selaput lender pucat.
  • Terjadi busung(edema) diantara rahang bawah
  • Bulu Kering dan rontok
  • Terasa sakit serta ternak kurus dan lemah.

Dianogsis:
Dianogsis didasarkan pada gejala klinis, identifakasi telur cacing dibawah microskrop  dan pemeriksaan pasma mati dari ternak.

Pencegahan:

Hal yang dapat kita lakukan untuk mencegah yaitu dengan membasmi siput secara alami, misalnya dengan memelihara bebek, kita jangan mengembalakan ternak di genangan air atau selokn, dan tentunya rumput diarit di daerah selokan.

Pada kasus akut atau parah, kita akan menemukan pembendungan dan pembekakan pada hati, pada kantong empedu dan usus mengandung darah. Pada Gejala kronis.

About admin

Check Also

maggot bsf sebagai pakan ternak

Maggot BSF sebagai pakan ternak

Maggot bsf sebagai pakan ternak: Penyediaan pakan ternak yang berkualitas adalah salah satu faktor penentu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *